Penjara Ini Banduan “Bebas Untuk Keluar Masuk”, Tapi Tidak Ada Seorang Yg Mahu Melarikan Diri, Alasannya Memang Memeranjatkan!!!

 

Banduan Penjara Ini ‘Bebas Untuk Keluar Masuk’, Tapi Tidak Ada Satupun Yg Mahu Melarikan Diri, Alasannya Memang TAK DISANGKA² !!! | – Fort Boyard adalah benteng terletak di selat Pertuis d’Antioche, pantai barat Perancis dengan panjang tembok 61 meter, serta tinggi 20 meter dan lebar 31 meter.

Di ruang bawah tanah benteng ini, terdapat pejabat dan ruang-ruangan untuk para tentera. Sedangkan di lantai atas dan tengah benteng, terdapat senjata, meriam dan bom granat.

Kehebatan konstruksi dan lokasi benteng yang berada di tengah laut ini, membuatkan Fort Boyard menjadi salah satu benteng terkenal.

Membangunkan benteng di tengah laut dengan konstruksi yang kukuh seperti itu bukan perkara yang mudah. Pada 1950, Fort Boyard menjadi bangunan yang dilindungi oleh Charente Maritime Regional Council.

Benteng ini pertama kali dibangunkan adalah untuk kegunaan oleh angkatan bersenjata Perancis yang dilakukan oleh Louis XIV pada tahun 1661.

Tujuan pembangunan benteng ialah untuk melindungi pantai dari serangan angkatan laut Inggeris.

Projek pembangunan benteng ini terhenti pada tahun 1809. Namun kemudian disambung semula pembinaan ketika Perancis dipimpin oleh Louis-Philippe.

Pertukaran pemimpin itu seiring dengan ketegangan hubungan Perancis dengan Inggeris. Pada tahun 1857, projek pembangunan benteng itu akhirnya selesai.

Selama Perancis dipimpin oleh Raja Napoleon Bonaparte, Fort Boyard digunakan sebagai tempat pertahanan menghalau musuh selama 56 tahun, dari tahun 1801 hingga tahun 1857.

Napoleon Bonaparte juga memperkuatkan konstruksi Fort Boyard dan melengkapinya dengan pelbagai kelengkapan, termasuk persenjataan berat.

Fort Boyard sempat digunakan sebagai penjara tentera. Tahanan di sini memiliki kebebasan yang tidak ada batasnya.

Namun oleh kerana lokasi penjara Fort Boyard tersebut di laut, tidak ada tahanan yang memiliki keupayaan serta kesanggupan untuk melarikan diri.

Sekarang, Fort Boyard merupakan tempat lawatan bagi para pelancong. Benteng ini juga sering menjadi lokasi penggambaran filem.

Banyak yang mengagumi keindahan dari benteng ini, belum lagi melihat isi di dalamnya yang penuh dengan sejarah. Apakah Anda pembaca tertarik untuk mengunjungi benteng ini?

Kredit: bibirbergetar

BACA LAGI ARTIKEL POPULAR DIBAWAH

Dipenjara Selama 15 Tahun, Isterinya Tak Pernah Berkunjung. Siapa Sangka Waktu Keluar, Pemandangan Rumahnya Membuat Dia Tak Sanggup Berkata-kata!

15 Tahun Lalu, Razak harus dihukum penjara kerana tidak sengaja melanggar seseorang dan akhirnya harus dihukum 15 tahun penjara. Selama 15 tahun ini, orang tuanya tidak pernah datang melihatnya, bahkan isterinya yang baru menikah setahun dengannya pun sama sekali tidak pernah berkunjung.

Razak tahu orang tuanya pasti marah besar kerana dia merusak keluarga. Sedangkan isterinya, dia begitu lama di penjara, dia rasa isterinya pasti sudah menikah lagi dengan orang lain.

Hari itu, dia berdiri di depan penjara sangat lama, baru akhirnya mengangkat tas bagnya melangkah lagi ke tempat yang sepertinya sangat dia kenal, namun juga sangat asing. Dia pulang ke rumahnya, namun siapa sangka ternyata di dalamnya bukan keluarganya. Menurut penghuni rumah itu, dia membeli rumah itu 14 tahun lalu.

Rumahnya sudah dijual, Razak hanya mampu merenung di depan pintu rumahnya dengan sangat lama. Kemana perginya kedua orang tuanya? Kemana dia harus mencari mereka?

Saat itulah ia teringat rumah tua milik orang tuanya di desa, dia merasa harusnya orang tuanya akan pulang ke sana. Akhirnya Razak pergi mencari teman lamanya untuk meminjam duit.

Siapa sangka temannya juga sudah tidak tinggal di tempat yang sama. Kerana kebingungan, akhirnya Razak hanya mampu mencari pekerjaan untuk mendapatkan duit agar mampu membeli tiket ke desa. Tapi kerana dirinya baru keluar dari penjara, tidak ada tempat yang mau memberinya pekerjaan, sampai akhirnya Razak hanya mampu menjadi buruh bangunan.

Setengah bulan kemudian, dia mendapatkan gajinya dan langsung membeli selembar tiket pulang ke desanya.

Waktu turun dari bus, dia melihat ke sekitar. Ini adalah rumah lama yang tak pernah ia datangi selama lebih dari 15 tahun. Dia kemudian perlahan melangkah sampai ke depan rumahnya, namun ia tidak berani masuk. Akhirnya ia hanya diam di depan rumah, sampai ada seorang remaja yang memperhatikan dia, kemudian bertanya siapa dia.

Razak terkejut, kemudian dia melihat anak remaja itu.. Usianya mungkin baru 14 tahun, dia menggendong tas sekolah. Setelah terdiam sejenak, ia bertanya apakah rumah ini adalah rumah bapak Sudin, ayah Razak.

Remaja tadi mengangguk, baru saja ia mau mengatakan sesuatu, tiba-tiba pintu rumah dibuka, seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah, usianya kurang lebih 40 tahun. Melihat remaja tadi, dia melambaikan tangan, “Nak, itu siapa? Mama udah bilang berapa kali jangan banyak ngomong sama orang asing…”

Razak langsung mengenali suaranya, dia berputar, ternyata isterinya berdiri di sana. Istri Razak, Hasmah sudah tidak muda seperti dulu, bahkan dari wajahnya dia kelihatan kusam dan kelelahan, rambutnya bahkan sudah beruban. Razak tidak mampu menahan dirinya, dia langsung berteriak… “Hasmah..!”

Hasmah memandang Razak sekian lama, baru melangkah keluar dan menggenggam tangannya. Tanpa sepatah katapun, ia menangis, remaja laki-laki tadi sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.

Di sanalah Razak bertemu dengan isterinya, bahkan baru tahu kalau anak remaja itu adalah putranya. Ibu razak terbaring di atas ranjang, sudah tidak mampu melakukan apa-apa. Hidup ibunya kini bergantung pada isteri Razak, Hasmah. Hasmah yang merawat anak dan ibunya selama ini, sedangkan ayah Razak meninggal dunia tidak lama setelah Razak masuk penjara kerana kecelakaan.

Ternyata, 15 tahun ini, banyak sekali kejadian yang tidak ia ketahui. Ibunya pengsan waktu tahu Razak masuk penjara, dia koma dan tidak mampu sedar lagi, kini dia menjadi manusia yang tak mampu sadarkan diri. Demi merawat sang ibu, Hasmah menjual rumah mereka dan kembali ke desa. Sambil merawat ibu mertua, Hasmah yang sedang hamil besar juga harus bekerja.

Setelah Razak masuk penjara, Hasmah baru mengetahui kehamilannya. Siapa sangka tidak lama kemudian ayah mertuanya meninggal, sedangkan ibu mertuanya masih dirawat di rumah sakit. Dia tidak punya waktu untuk menjenguk Razak. dia sibuk merawat ibu mertuanya sampai pindah ke desa. 15 tahun berlalu, Hasmah bahkan suka merasa bersalah kerana tidak pernah menjenguk Razak.

Sejak saat itulah, setiap harinya, Razak selalu bekerja keras demi isteri, ibu dan putranya. Kini seberapa lelah pun, dia merasa amat bahagia, dia memiliki seorang isteri luar biasa yang mengorbankan masa mudanya demi keluarganya.

Anaknya hanya melihat dari samping, bahkan tak sanggup memanggilnya papa, namun Razak tidak patah semangat, ia selalu membina hubungan secara perlahan dengan putranya.

3 tahun kemudian, Razak berhasil membeli sebuah rumah yang lebih layak bagi ibu dan isterinya, dia juga berhasil menyentuh hati anaknya dengan segala perbuatannya. Saat itulah pertama kalinya putranya memanggilnya papa, itu merupakan hadiah yang sangat besar bagi Razak. Razak merasa hidupnya sekarang sangatlah bahagia, segala yang ia dapatkan sekarang, itu adalah pengorbanan sang isteri.

Sumber: Kisah benar Via bibirbergetar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *