Kejut anak dari tidur, tapi tak bangun-bangun.. Rupanya sudah meninggal dunia hanya kerana ego Ibubapa…

(Gambar Hiasan)

Saya paling hiba kalau ada ibu bapa yang tolak vaksin untuk anak-anaknya. Baru-baru ini saja pun, ada kes seorang ibu berusia 40 tahun yang hilang dua orang anaknya serentak akibat difteria. Penyakit ini boleh dielakkan jika majoriti ibu bapa di Malaysia bersatu untuk melindungi anak masing-masing dengan vaksin.

Pada mulanya, si abang yang berumur dua tahun yang meninggal dunia. Seminggu selepas itu, adiknya yang berumur 11 bulan pula meninggal dunia. Sudahlah meninggal dunia dalam diam saja. Kejutkan dia dari tidur, tak bangun bangun. Rupa-rupanya sudah meninggal! Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un.

Bayangkan seorang ibu yang terpaksa menanggung kesedihan yang amat dahsyat ini. Bagi seorang ibu, tiada kesedihan yang lebih dahsyat dari kematian si anak. Kalau kematian suami, biasanya perempuan boleh tanggung lagi sebab suami diikat dengan ikatan akad sahaja. Kesedihan bila melibatkan kematian anak ini adalah jauh berbeza kerana anak ini diikat dengan ikatan darah dan daging si ibu itu sendiri.

Bayangkan kesalahan itu sebenarnya ditanggung oleh golongan ibu yang tidak mahu menvaksikan anak-anaknya hanya kerana lebih percayakan ‘Doktor Google’ dan ‘Doktor Facebook’. Penyakit dahsyat ini kembali merebak dengan laju di dalam negara kita ini berpunca daripada golongan ibu yang tidak mahu vaksinkan anak-anaknya.

Semakin sikit anak yang tidak divaksin dalam suatu komuniti, maka semakin cepat sesuatu penyakit itu meletus (outbreak). Selama ini saya cuma jumpa penyakit ini di Indonesia sahaja. Belum pernah lagi dengar kes difteria di Malaysia sebelum ini.

Kejut anak dari tidur, tak bangun-bangun rupanya sudah meninggal dunia, hanya disebabkan ego ibu bapa

Saya bukan apa, saya pernah menyaksikan sendiri betapa seksanya pesakit yang terkena penyakit difteria ini. Cuba tengok komplikasi yang boleh muncul daripada difteria ini.

Saluran pernafasan boleh tertutup. Anak kita boleh mati sebab sesak nafas. Mati sesak nafas adalah mati yang perlahan-lahan dan sangat kejam! (Airway blockage)

Bila benda putih (pseudomembrane) dalam tekak itu tiba-tiba terjatuh dan tertelan, racun di dalamnya boleh merosakkan otot jantung anak kita (myorcarditis)

Selepas itu, boleh terjadi juga kerosakan saraf (neuropathy)

Anak kita juga boleh terkena jangkitan paru-paru (pneumonia).Sebab dalam selaput putih itu ada toksin yang sangat-sangat mengancam nyawa si comel bila tertelan. Boleh jadi masa anak itu sedang tidur, selaput itu tiba-tiba meluncur turun. Sangat berbahaya!

Kejut anak dari tidur, tak bangun-bangun rupanya sudah meninggal dunia, hanya disebabkan ego ibu bapa

Tolong, tolong sangat pada ibu bapa yang ada anak yang belum divaksinkan secara sempurna, tolonglah sempurnakan vaksin mereka. Jangan percaya pada Google atau internet kerana yang merawatnya adalah kami, para doktor. Kerana yang menyaksikan kematian mereka adalah kami, para doktor.

P/S: Anak yang tidak divaksin akan terdedah dengan penyakit yang mengerikan seperti batuk kokol.batuk seratus hari (pertussis), kancing gigi (tetanus), campak, demam kepialu (typhoid fever), jangkitan pada otak (meningitis) dan bermacam-macam lagi penyakit yang mematikan. Tolong ingatkan keluarga kita yang lain juga ya.

#LengkapkanImunisasi
#Janganlupacucuk

Sumber: Thereporter.com

Sumber: Sehinggit
14 Bahaya anak tidak divaksin
Banyak ibu yang tidak mengetahui bahaya apa saja yang bisa menyerang bayinya jika bayi tersebut tidak diimunisasi. Memang selama ini imunisasi menjadi pro dan kontra, namun alangkah baiknya jika ibu yang memiliki bayi melihat dari berbagai sisi tidak hanya melihat satu sisi saja. Berikut ini berbagai macam bahaya jika bayi tidak diimunisasi :

1. TBC

Bahaya bayi yang tidak melakukan imunisasi adalah akan mudah terkena penyakit yang bisa ditangkal oleh imunisasi itu sendiri. Imunisasi BCG adalah imunisasi yang bisa digunakan untuk mencegah penyakit TBC. Bayi yang tidak diberikan imunisasi BCG akan terkena penyakit TBC. Penyakit TBC tidak boleh diabaikan, sebab merupakan penyakit yang mematikan. Saat imunisasi BCG belum digalakkan banyak orang di rumah sakit yang terkena penyakit ini, namun setelah imunisasi BCG digalakkan angka kematian akibat penyakit ini bisa dikurangi.

2. Terkena Hepatitis

Hepatitis juga merupakan penyakit yang mematikan. Virus hepatitis yang diderita manusia jika tidak segera diatasi bisa menyebabkan kanker hati. Semboyan mencegah lebih baik dibandingkan mengobati cocok untuk mengatasi penyakit ini. Bahaya hepatitis bagi ubu hamil bisa menularkan virus ini pada bayi, jadi ada baiknya bayi diberikan imunisasi ini sesuai dengan jadwalnya. Imunisasi untuk menangkal penyakit hepatitis adalah imunisasi HB. Karena virus hepatitis sangat berbahaya maka pemberian imunisasinya diberikan sebanyak 4 kali. Jadwalnya adalah sebagai berikut ini :

Setelah dilahirkan bayi akan diberikan imunisasi ini. Sebelum 12 jam setelah dilahirkan, bayi harus diberikan imunisasi HB pertamanya. Ada juga yang menyebutnya imunisasi HB ini dengan HB 0 karena bayi belum ada 1 bulan.
HB kedua diberikan pada bayi berumur dua bulan
munisasi HB ketiga diberikan saat bayi berumur 3 bulan
munisasi HB keempat akan diberikan saat bayi berumur 4 bulan

3. Terkena Penyakit Polio

Sebelum imunisasi polio digalakkan banyak anak di dunia yang menderita lumpuh layu atau kelumpuhan. Hal itu dikarenakan banyak bayi yang tidak mendapatkan imunisasi polio, selain itu perkembangan teknologi vaksin belum maju seperti saat ini. Setelah imunisasi polio digalakkan, jumlah angka penderita polio menjadi berkurang. Jika anak tidak diberikan imunisasi ini, anak akan rentan untuk terkena penyakit polio.

4. Terkena Tetanus

Meski saat ini tetanus bisa disembuhkan namun alangkah baiknya jika dicegah dengan imunisasi. Bayi yang tidak diberikan imunisasi ini kelak rentan terkena penyakit tetanus.

5. Penyakit Difteri

Imunisasi DPT salah satunya bermanfaat untuk mencegah bayi terkena penyakit difteri. Penyakit ini mungkin sedikit asing di telinga masyarakat. Difteri merupakan penyakit yang tidak boleh disepelekan. Penyakit tersebut merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan manusia dan biasanya mematikan juga menular. Difteri bisa muncul di tonsil, faring dan hidung. Difteri disebabkan oleh bakteri. Orang dewasa, anak-anak juga bayi rentan untuk tertular penyakit ini. Bayi yang tidak diberikan imunisasi DPT sangat rentan tertular oleh penyakit ini.

6. Terkena Radang Selaput Otak

Radang selaput otak sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Bukan hanya orang dewasa saja yang bisa terkena penyakit ini, anak-anak maupun bayi bisa terkena penyakit ini. Salah satu pencegahannya adalah dengan imunisasi Hib. Sayangnya imunisasi ini sangat mahal sehingga hanya rumah sakit tertentu saja yang boleh melaksanakannya.

7. Pnemonia

Jangan mengabaikan penyakit pneumonia. Banyak kes kematian bayi atau anak yang disebabkan oleh penyakit ini. Pencegahan yang tepat adalah dengan memberikan bayi dengan imunisasi Hib. Kondisi ini biasanya juga bisa terjadi karena kesalahan kebiasaan yang sering dilakukan seperti pada bahaya bedak bayi.

8. Terkena Infeksi Telinga

Infeksi yang rentan menyerang bayi atau anak jika tidak diberikan imunisasi adalah akan terkena infeksi pada telinga. Infeksi itu disebabkan oleh bakteria. Jangan anggap remeh bakteria yang menyebabkan infeksi telinga, sebab bakteri itu boleh menyebabkan infeksi yang lebih serius misalnya saja adalah meningitis ( radang selaput otak ) dan juga menimpulkan darah terkena infeksi bakteri.

Perlu diwaspadai, bahwa infeksi telinga bisa terjadi karena kabiasaan menyusui sambil tiduran dan bahaya bayi menggunakan empeng.

9. Terkena Campak

Campak juga merupakan penyakit serius sehingga jika dilakukan pengobatan, pengobatan tersebut kurang efektif. Pencegahan terhadap penyakit campak dirasa lebih efektif daripada mengobati. Imunisasi adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit ini. Bayi berumur 9 bulan harus diberikan imunisasi ini. Pemberian imunisasi campak pada anak usia di atas satu tahun juga diwajibkan mengingat bahaya dari penyakit campak tersebut. Penyakit campak yang terjadi pada ibu hamil ini bisa menjadi penyebab keguguran.

10. Mudah Terserang selsema

Anak atau bayi yang tidak diberikan imunisasi akan mudah terkena selsema hal ini dikarenakan kekebalan tubuh anak tidak mampu untuk melawan virus influenza yang menyerangnya. Meski bayi sudah mendapatkan antibodi dari ibunya alangkah baiknya bayi diberikan imunisasi influenza untuk mencegah penyakit ini.

11. Cacar Air

Bayi yang tidak diberikan imunisasi Varisela akan rentan untuk terkena cacar air. Penyakit cacar air disebut juga dnegan penyakit cangkrangen. Penyakit cacar air menular dan hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Cacar air ini bisa muncul di seluruh tubuh bayi dan biasanya jika pecah akan menimbulkan bekas melepuh kehitaman. Tentu ibu tidak ingin jika kulit bayinya berwarna hitam dan seperti melepuh bukan? Oleh sebab itu, lakukan imunisasi bayi dengan mengikuti jadwal secara rutin.

12. Terkena Gondokan

Meski gondokan bukanlah penyakit yang serius namun gondokan bisa berbahaya jika tidak segera diatasi. Gondokan yang tidak segera diatasi bisa membuat kelenjar gondok itu tidak bisa kecil atau kempes. Untuk mencegah penyakit gondokan bisa menggunakan imunisasi MMR. Bayi yang tidak diberikan imunisasi MMR bisa rentan terkena gondokan.

13. Terkena Rubella

Rubella disebut juga dengan campak jerman. Penyakit ini rentan bisa mengenai anak-anak dengan usia dini, sedangkan penderita rubella pada usia lanjut sangat jarang terjadi. Saat anak terkena rubella dia akan memiliki ruam di kulitnya. Awalnya ruam itu muncul di sekitar telinga setelah itu ruam akan menyebar ke seluruh tubuh. Penyebarannya akan berbentuk bintik berwarna merah muda namun kecil. Oleh sebab itulah vaksinasi atau imunisasi diharapkan bisa mencegah penyakit ini.

Sumber : hamil.co.id via cokelatmango

TIPS BERGUNA UNTUK IBU BAPA, CARA UNTUK TINGKATKAN IMUN ANAK YANG MUDAH JATUH SAKIT..

Sebenarnya, mungkin ramai dah tahu bahawa sistem pertahanan badan kanak-kanak masih belum matang semasa lahir, dan ia akan berkembang selari dengan tumbesaran kanak-kanak tersebut. Jadi, memang lumrah bagi anak kecil mengalami demam, selsema, batuk, dan sebagainya.

Walaubagaimanapun, sekerap manakah ia dikira normal? Menurut Dr Intan Juliana Abd Hamid menerusi DoktorBudak.com, kita tak perlu panik jika anak mengalami demam atau sakit yang berulang. 5-6 kali setahun adalah masih dianggap normal, selagi anak masih aktif dan tidak mengalami masalah serius seperti kesukaran bernafas, hilang kesedaran, sawan, dan tidak mampu makan atau minum.

Anda boleh cuba melakukan beberapa usaha untuk meningkatkan imuniti anak agar ia berfungsi secara optimum.

9 LANGKAH MENINGKATKAN IMUNITI TUBUH ANAK DENGAN BERKESAN

1. MENERUSKAN PENYUSUAN BADAN

Bagi anak yang masih menyusu, penyusuan badan adalah antara cara yang terbaik untuk meningkatkan imuniti dalam tubuh mereka. Ini kerana susu badan mengandungi antibodi dan sel darah putih – iaitu 2 bahan utama yang memacu sistem pertahanan badan dan melawan sebarang jangkitan.

Jika anda mengalami payudara yang bengkak, cubalah mengepam dan memberi anak susu perahan sebagai alternatif buat sementara waktu. Di samping itu, ibu menyusu juga boleh meningkatkan pengambilan makanan yang berkhasiat agar ia turut dapat dimanfaatkan oleh bayi melalui susu ibu.

2. MEMPELBAGAIKAN SUMBER SAYURAN & BUAH-BUAHAN

Pastikan anak-anak mendapat sumber sayuran dan buah-buahan yang terdiri daripada pelbagai warna kerana setiapnya mengandungi nutrisi yang berbeza. Kalau anak susah makan sayuran dan buah, kita janganlah berputus asa untuk mencuba menu-menu baru dalam hidangan harian mereka.

Selain dimakan dalam bentuk segar, buah-buahan juga boleh diolah dalam bentuk lain seperti jus, aiskrim, smoothie, dan sebagainya untuk menarik minat mereka. Namun, elakkan penambahan gula berlebihan ya!

3. MENAMBAH BAWANG PUTIH DALAM HIDANGAN

Salah satu cara yang boleh kita lakukan untuk meningkatkan imuniti anak adalah dengan menambahkan bawang putih dalam hidangan mereka. Bawang putih mengandungi bahan anti-virus dan anti-bakteria, membantu menstimulasikan sel pertahanan, dan menambah penghasilan antibodi. Ia juga memiliki sejenis kompaun sulfur yang bersifat anti-oksidan.

Cubalah tambahkan bawang putih dalam makanan harian seperti bubur nasi, sup ayam, spaghetti, atau garlic bread. Menurut sumber dari KidSpot, seeloknya bawang putih ini dimasukkan pada akhir masakan supaya ia tidak memusnahkan khasiat kebaikan yang disebutkan tadi.

4. MEMATUHI WAKTU TIDUR YANG BAIK

Waktu tidur memainkan peranan penting dalam kesihatan seseorang, termasuklah anak kecil. Merujuk kepada National Sleep Foundation, 11-14 jam tidur diperlukan bagi anak kecil berusia 1-2 tahun, 11-13 jam tidur bagi anak kecil berusia 3-5 tahun, manakala 9-11 jam tidur diperlukan oleh kanak-kanak berusia 6-13 tahun setiap hari.

Jika anak susah tidur siang, pastikan mereka masuk tidur lebih awal setiap malam.

Penelitian menunjukkan bahawa kurangnya tidur boleh mengurangkan penghasilan natural killer cell, iaitu senjata pertahanan tubuh yang berfungsi menyerang mikrob dan sel kanser. Ini akan membuatkan kanak-kanak (serta orang dewasa) lebih mudah terkena jangkitan.

5. GALAKKAN RIADAH & AKTIVITI LUAR

Anak kecil zaman kini lebih banyak meluangkan masa di dalam rumah berbanding di luar rumah. Oleh itu, kebanyakannya cenderung menjadi kurang aktif kerana kurang melakukan aktiviti fizikal.

Oleh itu, cuba hidupkan amalan bersenam dan ajaklah anak-anak beriadah di luar dengan kerap. Aktiviti seperti ini bukan saja menyihatkan, tetapi ia turut menambah bilangan natural killer cell, sekaligus meningkatkan imuniti tubuh.

6. MENGELAKKAN ANAK DARIPADA PEROKOK & ASAP ROKOK

Merokok bukan saja menjejaskan kesihatan perokok, tetapi ia juga merbahaya kepada orang di sekeliling mereka. Jika mahu anak anda sihat dan cerdas, pilihan terbaik adalah untuk berhenti merokok.

Ini kerana, asap rokok mampu membunuh dan merosakkan sel-sel yang penting dalam tubuh – terutamanya anak kecil. Sekalipun merokok di luar, sisa asap rokok tetap beracun dan akan melekat pada tubuh selama berjam-jam lamanya!

anak mudah sakit, anak kerap sakit, anak lemah imuniti, imuniti anak lemah, tingkatkan imuniti anak

7. ELAKKAN BERSESAK DI TEMPAT AWAM

Risiko pendedahan penyakit meningkat dengan gejala ‘overcrowding’ di mana terlalu ramai orang dalam satu tempat. Terdapat seribu satu kuman yang berlegar-legar di ruang udara yang padat dengan manusia, dan kuman ini mampu menyelinap masuk ke dalam tubuh anak kecil dengan lebih mudah kerana sistem pertahanan mereka yang belum matang.

Semasa memilih pusat asuhan atau taska, pastikan nisbah antara penjaga dan kanak-kanak seimbang. Jika makan di luar, pilihlah tempat yang bersih dan makanan yang diselia rapi.

8. SAY NO TO JUNK FOOD & FAST FOOD

Burger, nugget, pizza, kerepek, coklat, kek, gula-gula, dan air kotak. Sedap memang sedap. Senang nak dapat. Nak masak pun cepat. Tapi semua makanan ini amat kurang nilai nutrisi, bahkan mengandungi kandungan garam, gula, pengawet, bahan perasa, serta pewarna tiruan yang tinggi. Nak makan sekali-sekala tak apalah, tapi jangan jadikan ia kebiasaan.

Mahu atau tidak, kita sebagai ibu bapa perlu memainkan peranan untuk membantu mereka menghentikan tabiat ini dan sebaliknya cubalah perkenalkan sumber makanan yang segar, homemade, dan lebih terjamin khasiatnya. Dengan khasiat ini, barulah sistem imuniti tubuh anak dapat berfungsi dengan lebih efisyen.

9.MENGUTAMAKAN KEBERSIHAN

Ajarkan anak menutup mulut ketika bersin, batuk, dan buang hingus yang dihembuskan pada tisu atau sapu tangan khas. Tabiat ini bukan saja membantu menampilkan identiti yang bersih, tetapi ia juga melindungi anak daripada menyebarkan kuman ke serata tempat.

Bagi anak kecil pula, perhatikan mereka dengan lebih kerap sekiranya mereka sedang tumbuh gigi dan suka mengeluarkan air liur. Pastikan wajah mereka selalu dilap. Kebersihan gusi dan gigi juga penting walaupun bayi hanya minum susu ibu. Bilaskan dengan tuala lembap setiap hari.

BUKAN SEKADAR AMBIL VITAMIN & SUPLEMEN!

Sungguhpun sesetengah vitamin dan suplemen boleh membantu meningkatkan imuniti, namun perlulah bersederhana dan tidak melebihi dos yang ditetapkan. Pengambilan Vitamin C secara berlebihan contohnya boleh merosakkan sistem hati.

Demam pada anak sebenarnya adalah respon tubuh terhadap jangkitan, ia menunjukkan bahawa sistem imuniti mereka sedang bekerja untuk memastikan tubuh anak sihat. Oleh itu, kita tak perlu risau selagi mereka tidak menunjukkan sebarang tanda-tanda luarbiasa.

Sumber : Inisemuapoyo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *